Kamera lubang jarum dan generasi masa depan

“KLJ itu hanya bagian dari masa lalu, boleh saja kita mencari tau tapi setelah kita tau, ya udah. Tinggalkan dan mencoba untuk memotret dengan kamera sesungguh nya. Digital. Seperti halnya sepeda motor, jika kita ingin tau komponen apa saja yang ada didalam motor tersebut, boleh kita bongkar untuk tau, setelah tau? pasang kembali dan pakai motor tersebut.”

Kamera lubang jarum sering kali diartikan sebagai benda yang tak berharga, hanya bagian dari mimpi buruk seorang fotografer pada masa nya. Bagaimana tidak? Hanya untuk mendapatkan satu gambar saja kita membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan kamera Digital saat ini. Nah, lagi-lagi saya membandingkan kedua kamera yang benar-benar jauh perbedaan zaman sampai kecanggihan teknologi nya ini.

Saya sendiri adalah seseorang yang bisa dikatakan “Addicted” terhadap kamera lubang jarum, sudah 3 tahun saya menggeluti alternatif fotografi yang lebih mengedepankan proses ini. Banyak sekali hal yang tidak orang lihat dari apa yang saya lihat dari kamera ini. Banyak dari mereka yang hanya melihat saya sebagai orang yang tidak bisa move-on dari dunia manual ke dunia digital, stuck gak bisa mengikuti perkembangan zaman. Tidak sedikit pula yang menganggap saya kurang kerjaan atau malah tidak mampu membeli sebuah kamera digital, sehingga menggunakan kamera lubang jarum untuk memotret sebagai pelindung diri yang ingin di anggap sebagai  fotografer.

Karena itu tadi, mereka yang bilang seperti itu adalah orang yang tidak bisa memikirkan dan melihat apa yang saya lihat. Lalu apa yang saya lihat? Saya jelaskan detilnya..

  1. Pembentukan kepribadian yang positif
    Seperti yang kita tau, KLJ sebelum bisa kita gunakan saja harus kita bikin terlebih dahulu dan saat pembuatan kamera tersebut saja banyak hal positif yang bisa kita ambil dari kreatifitas dan menghitung tanpa harus disuruh. Trus, Melatih kesabaran dan keteguhan hati untuk terus bisa memperjuangkan sesuatu yang kita inginkan, tentunya saat memotret. Saat memotret saja kita harus bolak balik kamar gelap terus panas-panas’an untuk menghasilkan satu karya foto yang belum tentu memuaskan hatinya, kalo tidak puas? Coba lagi sampai perjuangannya terbayar dengan karya foto yang menurut dia, “Ini yang gue mau”.
  2. Mengubah mindset kuno tentang fotografi
    Banyak sekali dari anak muda zaman sekarang yang beranggapan bahwa fotografi itu adalah DSLR. Karya foto yang dihasilkan selain menggunakan DSLR, yaa foto biasa. Ini yang salah. Sudah jelas bahwa fotografi itu adalah “Melukis dengan Cahaya”, jadi apapun bendanya asalkan bisa dipakai untuk memotret, yaa itulah fotografi. Termasuk dengan menggunakan kamera kaleng sekalipun.

Dengan dua point diatas, saya yakin apa yang saya kerjakan selama ini tidak akan sia-sia, dari mulai mengajarkan cara membuat kamera lubang jarum ke setiap orang dari mulai anak SD-Mahasiswa dan membuat artikel-artikel tutorial cara membuat KLJ untuk orang-orang yang tidak bisa saya jangkau dengan tatap muka. Saya yakin benih yang saya tebar akan “Kita” panen walaupun tidak sekarang. Apa yang akan kita panen? Generasi muda yang akan mengubah negeri ini menjadi negeri yang produktif, bukan negeri yang dikenal orang sebagai negeri konsumtif.

Kutipan yang saya simpan dibagian paling atas adalah salah satu kutipan yang saya dapatkan dari seseorang yang membuat saya tertawa nyinyir. Bagaimana tidak? Pemikirannya sempit sekali. Pantas saja negeri ini sampai sekarang belum bisa dan belum ada yang mampu membuat sebuah prototype kamera digital, karena selama ini kita berpikir untuk selalu membeli dan tidak pernah berpikir untuk membuat. Kalau diumpamakan sebagai sepeda motor, Jika kita ingin tau apa saja komponen yang ada dalam motor tersebut, bongkar lalu pelajari terus tiru, bukan pasang kembali.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.