Jambore Relawan #SekolahRaya: Meretas desain pendidikan Indonesia

“Sekolah Raya membuat saya menghapus bayangan bahwa kata ‘sekolah’ identik dengan gedung, sarana belajar & kelulusan siswa semata. Sekolah Raya adalah mekanisme menggerakkan jejaring afiliasi, dari sekolah umum, taman pendidikan, sanggar belajar, taman baca, pondok pesantren maupun padepokan. Bersama-sama relawan didalamnya menerapkan desain kurikulum pendidikan dengan media utama belajar yang tidak lain adalah ALAM dan BUDAYA.”

Begitulah kira-kira kalimat Om Bisot yang sempat juga dituliskan pada artikelnya mengenai Jambore Relawan Sekolah Raya yang pada hari minggu kemarin sukses diselenggarakan.

Jambore Relawan – Saya hanya mengikuti Jambore Relawan hari terakhirnya saja, karena pada hari pertama pelaksanaan Jambore Relawan bentrok dengan Kegiatan Komunitas yang juga tidak bisa ditinggalkan karena saya salah satu yang harus bertanggung jawab di kegiatan tersebut. Tapi walaupun satu hari mengikuti Jambore Relawan yang diadakan di Desa Segara Jaya Bekasi ini, saya cukup paham dan mengerti arah ataupun maksud dari kegiatan ini. – Walaupun ada penyesalan dalam hati ketika melihat pemutaran video di hari pertama yang terlihat seperti gudang ilmu.

Setelah satu hari penuh mengikuti kegiatan Jambore Relawan, saya sadar akan satu hal. Saya tidak sendirian. Begitu banyak orang yang ber-pendidikan, lulusan SMA sampai bergelar Sarjana saling menebar inspirasi, membagi ilmu, menyumbangkan tenaga dan pikiran mereka di satu waktu dan tempat hanya untuk meluruskan dan mencoba bergerak maju terhadap sistem pendidikan di Indonesia yang nyatanya jauh dari kata Baik dan Bermutu.

Pada hari kedua, dimana saya mengikuti Jambore Relawan ini, materi yang saya dapatkan dari Cak Ipoel yaitu mengenai “Review”. Bagaimana otak kita dipaksa untuk membayangkan ataupun mempraktekkan kembali sikap, mental dan pola pikir kita selama ini dalam sebuah kasus. Dan setelah itu, kita diberi arahan dan suatu pandangan bahwasannya apa yang harus kita lakukan sebagai Relawan itu harusnya seperti ini, tentunya untuk membawa dan menuju pada Cita-cita luhur Indonesia, Kesejahteraan. Sungguh luar biasa brainstorming yang saya dapatkan kemarin.

Dan setelah acara Jambore Relawan itu selesai, Para Relawan yang telah mengikuti Jambore Relawan tersebut, diharapkan telah mamahami konsep dari Sekolah Raya ini, bahwasannya belajar dan mengajar tidak harus diruang beratap dan kurikulum dari Pemerintah, Karena Alam dan Budaya akan dengan senang hati bersedia jadi wadah untuk pergerakkan kita. Dan para Relawan harus segera mencari tau apa yang bisa dibagi baik ilmu ataupun pengalamannya untuk mulai mendesain kurikulum Sekolah Raya yang akan diterapkan pada lingkungannya masing-masing.

“Negeri yang harus kita bangun bukanlah Indonesia, kawan. Negeri yang harus kita bangun adalah lingkungan kita sendiri. Dan untuk itu, lo nggk harus nunggu kaya raya bergelimangan harta untuk membangunnya, lo cuma harus memulai dengan Aksi!!”

Semoga tahun depan Jambore Relawan ini diselenggarakan kembali. Support and let me in!
Salam pendidikan – Salam 5 Jari

1 comments On Jambore Relawan #SekolahRaya: Meretas desain pendidikan Indonesia

Leave a reply:

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.