Tentang mimpi dan kenyataan

[blockquote source=”Oscar Wilde”]“Yes, I am a dreamer. For a dreamer is one who can only find his way by moonlight, and his punishment is that he sees the dawn before the rest of the world.”[/blockquote]

Wait… Sebelum melanjutkan membaca, gue cuma mau ngasih tau kalo tulisan ini mungkin tidak akan menjadi jalan keluar bagi lo yang mau nyari secercah harapan ataupun akan berisi kalimat motivasi yang bikin hati lo adem. Gue disini mau cerita. Cerita tentang Mimpi gue dan Kenyataan yang harus gue hadapi sekarang. Intinya mau curhat! x))

Oke gue mulai serius…

Bulan pertama di Tahun 2015, orang-orang udah sibuk dengan rencana masa depan yang udah mereka susun, lalu di publish melalui blog ataupun menulisnya di buku dengan judul yang sudah tidak asing lagi, Resolusi 2015. Benerkan? Walaupun itu salah, setidaknya itu berlaku buat gue.

Dari dulu, gue termasuk orang yang terencana. Selalu membuat rencana-rencana yang akan gue kerjain dengan deadline yang udah gue tetapkan, bahkan nggk jarang rencana yang gue bikin itu bisa untuk satu tahun kedepan dan itu hampir selalu jadi kenyataan. Oke! Sekarang gue bukan mau ngebahas masalah ini, sungguh.

Ini tentang mimpi gue, mimpi yang termasuk dalam resolusi gue di tahun ini. Emang akan sedikit banyak liku yang gue hadepin, tau kenapa? Karena, kalo diliat dari kenyataan, gue bener-bener tidak akan mampu mencapainya (kalo sendirian). Bingung? Kalo iya, berarti lo bener-bener baca tulisan ini. Oke gue perjelas.

Jadi gini..

Kalo tahun lalu kalian pernah denger gue berhasil produksi Kamera Lubang Jarum yang gue kasih nama NEO Pinhole, mungkin udah gak terlalu aneh dengan rencana yang sekaligus mimpi gue ini. Rencananya, tahun ini gue mau produksi Pinhole Camera lagi, tapi berbeda dengan yang kemarin, ini bener-bener mau gue garap dengan serius, mulai dari branding, design, feature dan tentunya melihat keuntungan berupa uang yang harus diperhitungkan.

Kalo kemarin gue bikin hanya 50 kamera aja, kali ini gue mau bikin no-limit. Gue produksi terus menerus, supaya gak kayak kemarin banyak yang nangis karena gak kebagian kamera yang gue produksi. Gue juga mau bikin packaging yang lebih layak dari kemarin, pokoknya pinhole yang mau gue bikin kali ini bener-bener layak jual deh. Semuanya dibikin oleh tangan-tangan professional. Itu mimpi gue.

Tapi gini..

Pada kenyataannya, setelah gue survey kesana-kemari gue sadar kalo itu gak mudah dan gak murah. Banyak yang harus gue korbanin dalam project ini, selain tenaga dan waktu, gue butuh modal yang cukup besar, 8 digit bro! Bukan gue gak berani mengorbankan uang untuk modal awal ini, tapi kenyataannya gue gak mampu untuk ngumpulin duit segitu dalam waktu dekat ini. Karena, beberapa bulan kedepan gue udah gak akan kerja dikantor yang sekarang, alias resign. Itu kenyataan yang harus gue hadapi.

Gue udah konsultasi kebeberapa teman tentang masalah ini, katakanlah Erza yang notabene rekan gue di KLJI dan Wanda, sahabat terbaik gue sejak SMP. Katanya sih mereka akan ikut cari jalan keluar, tapi gue gak terlalu berharap sih. Karena pada dasarnya gue takut akan nyusahin mereka nantinya.

Gue bukan pesimis. Justru gue optimis dan gue yakin bisa ngerjain project ini dengan lancar. Buktinya sekarang gue udah nyerahin design ke team gue di Bandung untuk mulai bikin prototype kameranya. Udah bikin design packaging dan Erza pun udah bantuin gue ngitung-ngitung pengeluaran. Walaupun kenyataannya gue gak megang duit. Toh gue yakin Allah gak akan diem aja ngeliat hamba-Nya yang bekerja keras. Gue yakin juga kalo mimpi yang gue ciptakan ini akan menyiutkan kenyataan yang terlihat besar seperti sekarang ini. Bismillah…

Boleh minta do’a nya?

1 comments On Tentang mimpi dan kenyataan

  • Bukan ngga bisa Rie, mungkin belom waktunya aja, atau tertunda, semoga bisa direalisasikan dalam waktu dekat, keep fighting ya Rie

Leave a reply:

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.