Kasihan, yaa..

“Kasihan, yaaa.. Dia pergi ke sekolah jalan kaki, padahal jauh banget”

“Kasihan, yaaa.. Dia harus jualan gorengan selepas pulang sekolah, padahal PR-nya pasti banyak banget”

“Kasihan, yaaa.. Dia jomblo, padahal mukanya ganteng, terus pinter lagi”

Kasihan – Satu kata terkutuk yang kerap jadi luapan ekspresi namun sering kali disalah arti. Beberapa kali aku temui orang-orang, bahkan temanku sendiri banyak yang menganggap bahwa rasa kasihan adalah salah satu bentuk dari empati, padahal menurutku tidak sama sekali.

Kasihan terbentuk karena rasa iba, tanpa harus diikuti keinginan hati dan perbuatan untuk mencoba membantu apa yang “dikasihani”. Lain cerita dengan peduli. Ketika kita melihat kejadian yang membuat hati kita tergerak untuk menolong, itu bukan karena kita merasa kasihan (seharusnya), melainkan karena kita peduli, karena kita memiliki nurani dan itulah yang dinamakan empati. Lalu, kenapa ini penting? Setidaknya buatku? Gini..

Kita harus tahu posisi kita di mana, toh? Sebagai orang lain yang tidak mengerti, tidak mengenal, atau bahkan tidak tahu apa yang telah dilalui seseorang, apa hak kita untuk merasa kasihan dan mengasihani? Meskipun dari sudut pandang kita, mungkin dia terlihat layak sekali untuk dikasihani.

“Masih muda, duduk di pinggir jalan tepi stasiun, berjualan tisu seharga Rp 5.000, lalu terlihat membawa buku dan pena yang ia gunakan untuk mengerjakan tugas dari sekolah di sela orang berlalu-lalang yang tidak melirik dagangannya”. Dan sekali lagi, pertanyaannya, apa kita punya hak untuk mengasihani dia? Anak yang sedang berjuang demi masa depannya, anak yang tidak kita ketahui kenapa ia bisa seperti itu dan kenapa harus seperti itu?

Menurutku, tidak satupun orang di dunia ini yang berhak mengasihani orang lain dalam hal apapun, karena kita sama sekali tidak tahu apa yang telah ia perjuangkan, apa yang ia korbankan dan apa yang telah ia pilih dalam hidupnya. Buatku, hanya Tuhan yang pantas mengasihani, tidak dengan manusia. Manusia hanya diberi hak untuk saling peduli, saling menolong, dan saling menyayangi.

Kadang kita sering merasa lupa dan menganggap semuanya sederhana, padahal seucap kata “Kasihan” saja bisa melukai hati dan perasaan orang lain.

“Tahu apa kamu tentang hidupku sehingga kamu merasa berhak mengasihaniku? Kamu udah ngebantu apa dalam perjuangan hidupku, sehingga rasa kasihan keluar dari mulut jahatmu?”, mungkin kalimat itu yang akan terucap ketika seseorang mengucapkan “Kasihan” kepada seorang Arie Haryana. Wkwkw

Hello there, Nama saya Arie Haryana, 04 November 1994 saya telah dilahirkan di Kota Purwakarta, Jawa Barat. Saat ini saya tinggal dan kerja sebagai Programmer salah satu perusahaan swasta di Kota Bandung. Selain keseharian saya mencari uang, saya pun aktif sebagai anggota Komunitas Lubang Jarum Indonesia. Saya telah jatuh cinta sama yang namanya Fotografi sejak tahun 2011 lalu dan sampai sekarang cinta itu masih bertepuk sebelah tangan, karena faktanya saya masih belum terlalu pandai dalam memotret sesuatu.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Site Footer

Sliding Sidebar

About Me

I work as a web developer and currently live in Bandung, Indonesia. My interests range from web development to programming. I am also interested in writing, photography and DIY stuffs.

If you’d like to get in touch, feel free to say hello through any of the social links below.